Rabu, 19 Januari 2011



YaNg ManA HaDiaHnYA…..???

         Ku amati diriku di depan cermin. Orang-orang bilang aku mulai tumbuh jadi gadis remaja. Meskipun aku berulang kali meneliti seluruh wajahku. Kesimpulanku tak berubah juga. Ah, tidak ada yang istimewa, aku merasa biasa-biasa saja. Tapi toh semua itu tidak membuat aku jadi rendah diri. Meskipun di Gereja banyak temanku yang cantik, aku tetap percaya diri untuk selalu aktif dalam kegiatan di gereja. Aku berpikir bahwa sudah semestinya aku bersyukur dengan semua yang Tuhan berikan kepadaku, jadi aku juga mesti bangga dengan diriku sebagai karya Tuhan yang sempurna. Dan ungkapan syukurku ku wujudkan dengan berusaha selalu …….
Ah, lamunanku terpotong oleh dering telpon yang tiba-tiba menyadarkanku. Cepat ku tinggalkan meja rias dan menarik gagang telpon. 
             “ Yang, kamu masih di rumah ? ” suara Aldi menyahut sapaan selamat
               sore dariku.
             “ Iya, tapi sebentar lagi aku mau berangkat ke Gereja. ”
             “ Cuma sebentar khan ? ”
             “ Tapi setelah Katekisasi aku langsung latihan band. ”
             “ Masak sih latihan terus ? ”
             “ Natal khan sudah dekat, jadi latihannya mesti sering.”
             “ Yang, ini khan malam minggu. Mestinya kamu ingat kalau ini waktu    
             buat kita. ”  Suara Aldi  mulai tampak kesal.
             “ Tapi khan….. ”
“ Kita satu bulan pacaran, tapi sebulan juga kamu nggak pernah ada waktu buat aku. ”
             “ Yah, memang begini ini aku. Kalau kamu nggak bisa memahami aku,  
             kita putus  saja. Cari saja gadis yang ndak sesibuk aku. ”
             “ Lho Yang, maksudku….. ”
Aku segera menutup gagang telpon. Rasanya malas berdebat dengan Aldi . Aku tidak tahu mesti kesal atau marah pada siapa. Yang pasti aku menyesali kebodohanku sendiri. Kenapa juga aku mau pacaran sama Aldi  yang jelas-jelas nggak sejalan sama aku. Bukan salah dia kalau tidak bisa memahami bagaimana aku mengutamakan semua kegiatan ibadah. Bagiku Yesus adalah yang utama. Kalau disuruh memilih antara pacar dan latihan band untuk acara Natal, pasti tanpa pikir panjang aku akan lebih memilih meninggalkan pacar.
       Dengan berusaha keras agar tidak menangis aku meraih kunci sepeda motor dan segera pergi ke Gereja untuk Katekisasi. Untung di rumah sedang sepi. Semuanya masih tidur, jadi tidak ada yang melihat wajah kusutku dan aku tidak perlu memberi penjelasan apa-apa.
       Sesampainya di Gereja, Katekisasi sudah hampir dimulai. Cepat-cepat aku masuk dan segera duduk. Meskipun jarak antara aku dan Pak Pendeta cukup dekat, tetapi aku tidak bisa mendengar penjelasan Pak Pendeta dengan baik. Ah, yang ada di kepalaku hanya pertengkaran dengan Aldi saja. Katekisasi kali ini juga rasanya lama sekali. Sepertinya jarum jam di dinding tidak bergerak. Berkali-kali aku melirik jam. Untuk menghilangkan sedikit keresahanku, aku mencoret-coret buku catatanku. Dan ketika akhirnya Katekisasi berakhir, aku menarik napas panjang, lega rasanya. Tapi mungkin agak terlalu keras karena kulihat Pak Pendeta menoleh ke arahku. Dengan perasaan malu dan kaget aku tersenyum ke arah Pak Pendeta.
             “ Permisi Pak, mau cepat-cepat ke studio, latihan.” Kataku 
              mengalihkan perhatian.
             “ Iya hati-hati. ” Sahut Pak Pendeta singkat.
Secepat mungkin aku menuju ke studio. Setengah berlari aku masuk studio setelah ku parkir sepeda motorku. Tak terasa aku masuk sambil meneteskan air mata.
       Namun cepat – cepat aku menghapusnya ketika ku sadari semua teman yang sudah lebih dulu datang menatapku. Aku berhasil memunculkan senyum meskipun mungkin terlihat aneh. Dan sepanjang latihan kali ini aku selalu saja melakukan kesalahan. Pada saat istirahat aku berusaha menenangkan diri di luar studio. Bukannya hati ini menjadi tenang, tapi justru dengan menyendiri seperti ini pertengkaranku dengan Aldi  kembali melintas. Lagi – lagi butiran air bening mengalir di pipi.
             “ Ada masalah apa sih ? “  Tiba – tiba saja Rendi sudah ada di  
              sampingku.
             “ Nggak apa – apa kok. “ Aku menunduk
             “ Tapi kok nangis, masalahmu serius ya ? “
       Aku hanya diam saja. Rendi memang sahabatku sejak kecil selain selalu bersama di kegiatan gereja, kami satu sekolah. Kami sudah terbiasa saling menceritakan masalah masing – masing. Tidak ada lagi rahasia diantara kami. Tapi saat ini rasanya aku belum mampu menceritakannya. Perasaanku masih campur aduk tidak karuan.
             “ Kok diam aja ? Aku nggak boleh tahu ya ? Atau aku mengganggu
              kamu di sini ? Kamu lagi pengen sendiri ya ? “
Ah, Rendi memang selalu bisa memahami aku. Dia selalu mampu menentramkan perasaanku. Digenggamnya tanganku erat. Ada kehangatan yang mengalir.
             “ Ya sudah aku masuk dulu ya. Kalau sudah merasa lebih baik, masuk
              ya. Ditunggu teman – teman tuh. “  Dilepaskannya genggaman tangannya. Ditepuk perlahan punggungku. Aku hanya mengangguk. Tapi sampai latihan berakhir aku tak beranjak dari tempat dudukku. Aku baru menyadarinya setelah satu persatu teman – teman berpamitan padaku.
             “ Cha, pulang yuuk. “  beberapa teman menegurku.
             “ Ya. “  jawabku perlahan.
Entahlah apa yang ada dibenak mereka. Tapi ku rasa mereka cukup memahami suasana hatiku. Mereka pasti tahu dari raut mukaku yang muram seperti malam berselimutkan mendung, jadi tidak perlu mereka bertanya padaku, pasti sudah tahu kalau aku sedang punya masalah.
             “ Kamu mau aku antar ? “  Rendi lagi – lagi sudah ada di sampingku.Aku tetap diam. Tanpa menoleh pada Rendi aku langsung berdiri dan berjalan ke tempat parkir. Rendi sudah sangat hafal sifatku. Kalau aku diam saja,  berarti aku tak mau diganggu apalagi dipaksa. Jadi dibiarkannya aku tidak bicara apapun. Namun dia tetap mengikutiku hingga sampai di rumah. Di kamar aku menangis sampai puas dan beban didalam dada mulai agak terasa ringan. Setelah ku seka semua air mata diwajah, ku temui Rendi. Dia masih tetap menunggu sampai aku mau dan mampu bercerita. Dia memang selalu sabar menghadapi aku. Aku duduk disampingnya. Diletakkannya gitar yang sejak tadi dimainkannya sambil menunggu aku.
“ Kenapa to kamu? Ada masalah apa? Cerita aja. Aku khan sudah janji   sama kamu kalau aku akan setia menemani kamu. Santai aja. Jangan murung begitu ah, jelek kamu. ”  Dia menggoda aku.
Meskipun kesal, aku tersenyum juga mendengar selorohnya. Lalu ku ceritakan semuanya kepadanya. Dia memang pendengar yang baik. Penuh perhatian dia dengar ceritaku. Setelah selesai aku bicara baru dia menyahut.
“ Ya udah, kamu nggak usah terlalu sedih ya. Boleh sih sedih tapi jangan lama-lama. Nggak usah terlalu larut dalam masalah ini. Sudah malam nih, kamu istirahat dulu.  Aku mau pulang dulu. Besok saja dilanjutkan kalau kamu sudah lebih segar. ”      
Kembali tanganku digenggamnya. Rasa hangat itu kembali mengalir. Ada yang aneh dalam perasaanku. Tapi ah, aku tidak berani melanjutkan dugaanku.
             “ Ya. ” Jawabku singkat sambil cepat-cepat berdiri.
Aku takut kalau-kalau gemetar di tanganku dirasakan olehnya. Rendi berdiri di hadapanku tidak dilanjutkannya melangkah menuju sepeda motornya.
             “ Makanya cari pacar temen gereja aja. Nggak akan ada masalah
             seperti ini.”
             “ Temen gereja ? Tapi siapa ? Nggak ada khan yang mau sama aku ? ”
             “ Masak gak ada ? Ku doakan supaya nanti ada yang jadi kado Natal      
             buat kamu. ”
             “ Sudah ah, pulang sana. Sudah malam. ”  
Entah kenapa tiba-tiba aku takut terlalu lama didekatnya. Apalagi memandang senyumnya yang ……. Ah cepat-cepat ku tepis pikiran dan perasaanku yang mulai mengembara. Tapi genggaman tangannya masih terasa. Tak mau hilang juga……
                 ------------------------------------------------------------------------------------------------
       Akhirnya tiba juga saatnya band kami tampil di acara Natal. Ada rasa gugup juga. Untuk mengurangi rasa takut dan gugup kami berdoa bersama. Akhirnya dengan penuh rasa percaya diri kami menampilkan apa yang sudah kami persiapkan lebih dari satu bulan. Kami berusaha tampil prima. Penampilan kami kali ini harus benar – benar bagus selain karena memuji Tuhan itu harus maksimal, juga karena kami harus membuktikan bahwa kami mampu. Sebelumnya beberapa orang majelis meragukan kami. Kegiatan band kami dianggap hanya pemborosan saja. Jadi penampilan perdana ini jadi ujian. Kalau bagus, kegiatan bisa dilanjutkan. Tapi kalau jelek ya terpaksa tidak ada anggaran lagi buat band kami. Meskipun dengan beban yang demikian di pundak kami, aku dan teman-teman berhasil tampil dengan acungan jempol dari orang-orang yang semula tidak yakin akan kemampuan kami.
       Bagiku band ini juga jadi penyembuh luka hatiku. Aku mulai mampu melupakan Aldi dan kembali ceria. Apalagi teman-teman semuanya kompak. Persahabatan kami juga terus berlanjut sekalipun  puncak latihan dan penampilan sudah berlalu. Setiap hari kami saling sms. Meskipun kadang-kadang hanya sekedar basa-basi, tanya kabar yang menurutku tidak penting. Yah hanya tanya sudah makan belum ? Sedang belajar ya ? Atau semacam itulah. Pemborosan pulsa! Tapi aku juga senang. Demi menjaga persahabatan, apalah artinya pulsa. Dan yang paling sering kirim sms adalah Rendi dan Roni. Kalau sehari saja tidak ada sms dari mereka, rasanya ada yang kurang. Lama-lama aku seperti orang yang kecanduan sms.
       Pagi ini aku bangun pagi juga karena HPku bergetar karena ada sms masuk. Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka, kuraih HP di bawah bantalku. Samar - samar ku baca nama Roni. Ku tekan tombol untuk membaca pesan. Ah, ku usap-usap mataku berkali-kali. Ku cubit lenganku. Ini bukan mimpi. Sekali lagi ku baca pesan dari Roni.
             “Sejk p’tama Qta lthan b’sama, ada rasa berbeda tiap aq
              memandangmu dan semakin aq memendamnya, semakin aq tak kuasa
             menahannya…   Cha….. mo gak u jadi pacar q?.. Blz sc4nya.
       Belum habis rasa heran, kaget dan debaran di dadaku, ku dengar suara sepeda motor Rendi berhenti di depan rumahku. Aku bergegas ke depan untuk membukakan pintu. Rendi tersenyum sekilas kemudian melirik ke tanganku yang masih menggenggam HP.
             “Apa itu Cha ? Sms ya ? Dari siapa ? “
Belum aku sempat menjawab, Rendi sudah mengambil HP dari tanganku. Kami memang terbiasa saling melihat isi HP. Karena memang tidak ada rahasia diantara kami. Tapi kali ini ada rasa kikuk ketika ku lihat Rendi membaca sms Roni.
             “ Jadi Roni suka kamu ya ? Sudah kamu balas ? “
             “ Nggak! Belum aku balas. “
             “ Bagaimana ? Mau kamu balas apa ? Kamu terima ? “
             “ Nggak tahu aku masih bingung. Enaknya bagaimana ya ? “
             “ Nggak usah! “
             “ Kenapa sih kamu ? ” Tidak biasanya Rendi bersikap seperti itu. Justru kalau aku dapat sms dari teman laki-laki, dia biasanya akan menggoda aku sambil cengengesan. Tapi kali ini dia tampak marah dan kesal banget.
             “ Kamu cemburu ?? “ Aku menggodanya.
             “ Sudah tahu nggak usah tanya. ” Jawaban Rendi membuat aku terhenyak. Aku sama sekali tidak menduga Rendi akan menjawab seperti itu. Benarkah……??? Tuhan mungkinkah ini HADIAH NATAL TERINDAH dariMu ??? Tapi yang mana……???



                                                                 

Senin, 10 Januari 2011

Reflection

Refleksi Perkuliahan
Psikologi Pembelajaran Matematika






Oleh :
Elsa Winda Prastiana
09313244015




Pendidikan Matematika Internasional
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta











Psikologi berasal dari bahasa yunani. Psikologi merupakan kombinasi dari kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Disadari atau tidak psikologi juga mempunyai hubungan dengan tingkah laku. Tujuan kita mempelajari psikologi adalah mengungkap fenomena psikologi. Namun terkadang kita sulit untuk mengungkap fenomena karena keterbatasan kita. Dalam psikologi, komunikasi sangat diperlukan karena dengan komunikasi, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada orang lain yang sedang mengalami masalah. Disadari atau tidak, ketika seseorang memilki masalah itu bisa mempengaruhi kehidupannya. Itu dapat dilihat dari fenomena karakter / sifat. Hakekat dari sifat adalah hubungan. Langkah psikologi dalam membantu seseorang untuk memecahkan masalah adalah mengidentifikasi fenomena, menguraikan kemudian mengimplementasikan. Psikologi juga mempunyai hubungan dengan objek dan cara. Tidak hanya psikologi, tetapi juga setiap ilmu pasti mempunyai hubungan dengan objek dan cara. Objek merupakan isi dan cara merupakan wadah. Isi merupakan material objek, sedangkan wadah merupakan formal objek. Di dalam material objek terdiri dari  objek fisik dan objek abstrak. Kaitan wadah dan isi adalah paradigma yang berbeda / cara berpikir yang berbeda. Wadah menentukan isi atau dengan kata lain ruang menentukan cara berpikir. Dalam masyarakat yang menentukan wadah adalah sosiologinya. Dalam dunia pendidikan,juga mengenal psikologi. Di Indonesia, guru merupakan mesin. Mengapa disebut mesin, karena mereka melakukan segala aktivitasnya sebagai guru merupakan aktivitas yang bersifat rutin tanpa mengetahui arti/makna dari aktivitas mereka. Guru seharusnya menghormati muridnya. Karena setiap manusia pasti memiliki kekurangan atau kelemahan. Tidak selalu guru lebih pandai daripada muridnya, mungkin saja  muridnya lebih kreatif dan cerdas dibandingkan gurunya. Oleh karena itu sebagai guru, tidak boleh meremehkan murid – muridnya.  Manusia sempurna itu relative kecuali Tuhan yang memiliki kesempurnaan absolute. Setinggi – tingginya ilmu aku tidak mampu dan serendah – rendahnya ilmu dengan sombong aku mengatakan  aku mampu. Setinggi – tingginya hubungan dengan  manusia adalah sama – sama dipikirkan dan setinggi – tingginya hubungan secara spiritual adalah sama – sama ciptaan Tuhan.


 
©     AKTUALISASI DIRI
Aktualisasi diri adalah istilah yang telah digunakan dalam berbagai teori psikologi, seringkali dengan cara yang sedikit berbeda. Maslow secara eksplisit mendefinisikan aktualisasi diri menjadi keinginan untuk pemenuhan diri, yaitu kecenderungan baginya untuk menjadi teraktualisasikan dalam  potensinya. Kecenderungan ini mungkin diutarakan sebagai keinginan untuk menjadi lebih dan lebih apa yang kita inginkan, untuk menjadi segala sesuatu yang salah satu menjadi mampu. Maslow menggunakan istilah aktualisasi diri untuk menggambarkan keinginan, bukan penggerak, yang bisa mengakibatkan menyadari kemampuan seseorang. Maslow tidak merasa bahwa aktualisasi diri menentukan hidup seseorang, melainkan ia merasa bahwa itu memberikan keinginan individu atau motivasi untuk mencapai penggunaan tunas ambisi. Maslow menggunakan istilah ini hingga sekarang populer di psikologi modern ketika membahas kepribadian dari pendekatan humanistik. Piramida kebutuhan menurut  Maslow yang menunjukkan prioritas kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :
1.   Kebutuhan Fisik
Kebutuhan fisik meliputi bernapas, makanan, air, rumah, pakaian, tidur, dll.
2.   Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
Kebutuhan akan rasa aman dan tentram meliputi kesehatan, pekerjaan, keluarga, status social dll.
3.   Kebutuhan akan dicintai dan disayangi
Kebutuhan akan cinta meliputi keluarga, hubungan dengan sesama, pertemanan dsb.
4.   Kebutuhan untuk dihargai
Kebutuhan untuk dihargai meliputi percaya diri, menghormati satu sama lain, menghargai dll.
5.   Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Kebutuhan untuk aktualisasi diri meliputi moral, kreativitas, spontanitas, pengalaman, tujuan, kemampuan diri.




©     4 TEORI MOTIVASI :
ª     Instinct teori: Instinct teori adalah teori bahwa semua tindakan, dan pikiran dapat ditelusuri kembali disebabkan oleh insting. Tindakan manusia seperti mengejek yang lain dapat dianggap mirip dengan hewan menyerang hewan yang lebih muda dari beberapa spesies sehingga dapat mencegah mereka dari mencoba untuk merebut pemimpin dalam kemasan. Dengan teori naluri kita termotivasi oleh pola perilaku tetap.
ª     Drive - reduce Teori: Teori drive-reduce  berlaku lebih baik untuk manusia.
ª     Teori Gairah: Teori Gairah didasarkan pada gagasan bahwa individu-individu yang berbeda bekerja lebih baik pada tingkat gairah yang berbeda dan bahwa setiap individu berusaha untuk menemukan tingkat optimal. Teori gairah mengajarkan kepada seseorang untuk tidak melayani apapun psikologi yang jelas.
ª     Insentif Teori: Insentif dapat berwujud atau tidak berwujud. Tidak berwujud mungkin melibatkan perasaan baik tentang diri sendiri, sementara satu nyata mungkin melibatkan penghargaan atau sesuatu untuk memberikan pengakuan publik.



 
©     MEMAHAMI STRES
Faktor yang mempengaruhi stres:
1. Pengaruh diet
Pengaruh diet adalah dari makanan. Contoh: segala sesuatu yang mengandung kafein termasuk kopi, soda dan sebagainya kemudian gula, makanan cepat saji dan lain-lain Untuk menghindari kita terpengaruh ini, kita harus menghilangkan makanan ini.
2. Pengaruh gaya hidup
Contoh pengaruh gaya hidup adalah kemacetan lalu lintas, konflik manajemen waktu antara keluarga dan dimensi dimensi lain.
3. Kognitif Filter
Masalah dalam pekerjaan adalah termasuk masalah kognitif. Untuk menghindari ini kita harus punya waktu untuk berlibur agar fisik, mental, emosional, spiritual menjadi segar.
4. Kesenjangan gizi
Kesenjangan gizi pada dasarnya adalah perbedaan antara kesenjangan tubuh Anda dan apa yang kita akan butuhkan.
5. Faktor Pemicu
Untuk menghindari hal ini faktor kita harus membawa stres tinggi ke rendah.
6. Pengaruh Beracun
Obat - obatan, bahan kimia.
Setiap tubuh memiliki keunikan.



©     PENGELOLAAN STRES
·        Langkah mengelola stres:
1. Identifikasi jika Anda sedang stres
Setiap orang memiliki keunikan dan tergantung cara yang reaktif terhadap stres.
2. Tampilan
orang yang mengalami stress.
Tanda-tanda paling umum stressers adalah:
- Lingkungan Fisik
-
Hubungan Sosial
- Keuangan
-
Kehidupan
- Fisiologis
3. Mengidentifikasi alasan stres
Harus memahami bahwa Anda memiliki reaksi secara fisik atau mental. Jika Anda tidak bisa mengatakan diri Anda, Anda dapat meminta seseorang yang dekat anda yang bisa memberi tahu Anda apa stres yang Anda buat.
·        Cara untuk menghindari stress:
-
Latihan pernapasan
- Meditasi
- Visualisasi
- Pijat
- Latihan
- Humor
-
Sauna
- Berdoa

·        Aktivitas yang dilakukan ketika stress:
-
Tidur malam yang cukup
- Menghilangkan / menghindari / mengurangi obat-obatan,
 
  rokok dan alkohol.
- Membangun dan menjaga hubungan yang sehat
- Membangun keterampilan
-
Jagalah sikap positif









Simak
Baca secara fonetik


Tanya Jawab Tentang Psikologi Pendidikan Matematika
1.   Bagaimana tindakan guru agar tidak menjadi mesin?
Guru menjadi mesin karena adanya kesalahan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kita harus mengubah system tersebut agar guru tidak menjadi mesin lagi.
2.   Bagaimana kita dapat mengetahui tentang psikologi anak?
Psikologi anak dapat diketahui dengan interaksi langsung kepada anak. Psikologi anak juga ditentukan oleh lingkungan dimana ia tinggal.
3.   Gejala kejiwaan apa yang dapat dilihat ketika anak sedang mengikuti pembelajaran?
Kita dapat melihat melalui respect, tingkah laku, dan umpan balik kepada anak. Gejala kejiwaan juga dapat dilihat dari pikiran, hati dan semangat. Jika guru hanya mengajar, tak mungkin guru dapat mengetahui pemikiran siswa. Ada 2 metode guru mengajar, yang pertama guru hanya menjelaskan materi dan yang ke dua guru mengajar dengan cara yang innovative. Saat ini, dengan metode yang pertama sudah tidak layak dipakai lagi. Dengan cara yang innovative, guru membangun pengetahuan mereka sedangkan dengan cara  pertama, guru hanya mentransver pengetahuan mereka. Tugas sebagai guru dengan cara yang pertama hanya mengontrol murid – muridnya sedangkan dengan cara innovative guru merupakan fasilitator murid. Contoh metode yang innovative adalah memberikan lembar kerja siswa sebagai wahana untuk mengetahui sejauh apa yang diketahui siswa.
4.   Bagaimana kita mengahadapi siswa? Dengan hati ataukah dengan kekerasan?
Sejauh mana kita dapat memimpin siswa dan mentoleransi perilakunya yang menghargai ataupun tidak. Supaya dapat memfasilitasi siswa dengan berbagai variasi siswa, kita harus menggunakan cara yang progressive denagn menggunakan alat. Komunikasi adalah salah satu aspek psikologi.
“No the best way to educated”
5.   Bagaimana kita mengetahui apa yang dipikirkan siswa tentang matematika?
Bla kita ingin mengetahui apa yang  dipikirkan siswa tentang matematika, maka tengoklah apa yang kita pikirkan.
6.   Apakah dengan kita mempelajari psikologi kita akan mengetahui psikologi?
Psikologi tidak hanya untuk dipelajari tetapi untuk diterapkan. Sehingga kita dapat mengetahui tentang psikologi ketika kita sudah menerapkannya dalam kehidupan kita.
7.   Bekerja sebagai guru tidak hanya menjelaskan tentang materi pelajaran, namun juga dalam mengembangkan nilai kehidupan. Bagaimana kita sebagai guru dapat  menerapkan keduanya secara bersamaan?
Mathematical Thinking (Katagiri, 2004) :
a.   Mathematical altitude
Contohnya siswa bertanya.
b.   Mathematical method
Contohnya : deksi, pembuktian, sebab akibat dan logika.
c.   Mathematical content
Contohnya: kesepakatan, lambang – lambang.
Nilai kehidupan :  Anda berharga karena keunikan anda dan anda akan bermakna di dalam kelompok anda.
8.   Apa yang kita pelajari dalam psikologi pembelajaran  matematika?
Mengungkap fenomena psikologi siswa dan mempelajari psikologi yang berkaitan dengan pembelajaran matematika.
9.   Bagaimana cara untuk membuat siswa menghormati guru PPL?
-      Dimensi ruang dan waktu
-      Masuk dalam aktivitas mereka
Yang menilai guru berwibawa bukan dirinya sendiri melainkan orang – orang  dan benda – benda yang ada di sekitarnya.
10.               Banyak orang berpendapat bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang sangat sulit. Bagaimana  cara membuat matematika itu lebih mudah?
a.   Sugesti : jika kita berpikir itu susah pasti akan berdampak susah juga.
b.   Dipaksakan dari luar : lebih baik dicari.
11.                Apakah psikologi selalu benar / selalu salah?
Pada metode innovative: kesalahan itu wajar, toleran terhadap kesalahan siswa.
Pada metode ceramah: ilmu itu selalu benar.
12.                Bagaimana cara menjadi guru yang disegani siswa?
Guru mempunyai ilmu yang tinggi jangan digunakan sebagai ‘tujuan’ tetapi sebagai akibat. Otomatis jika guru mampu mengembangkan kemampuan siswa itu akan menjadikan guru disegani oleh siswa.
13.                Apa perbedaan arogansi dan kebanggaan?
 Arogansi adalah kebanggan yang berlebihan.
14.                Penyelesaian apa yang harus dilakukan agar guru tidak hanay menjadi mesin?
Dengan eksplorasi ide, kreatif, inovatif, tidak hanya berpatok pada system, selalu mencari teori yang hakiki.
15.                Bagaimana cara mengatasi keterbatasan?
Mengoptimalkan apa yang ada dalam diri kita dan meminimalkan keterbatasan. Keterbatasan merupakan manajemen.
16.                Bagaimana  cara menghindari emosi negative?
Untuk mengendalikannya dengan mengelola emosi. Pengendalian dirir melalui doa. Berdoa bersifat every time, every where dan every time.
17.                Apa saja hakekat matematika sekolah?
-      Penelusuran pola.
-      Problem solving
-      Komunikasi
-      Investigasi
18.               Apa saja hakekat siswa belajar matematika?
-      Motivasi
-      Cara
-       Kerjasama
-      Kontextual
19.               Bagaimana dari sisi psikologi melihat seseorang murid yang mengalami cacat fisik namun dalam bidang akademis dia berprestasi?
Secara paradigma orang   cacat mempunyai HAM. Secara psikologis, sebagai gurur melakukan pedagogic melaksanakan sesuai hati, perasaan tidak berdasarkan tuntutan .
20.               Bagaimana mengubah guru dari traditional method menuju various method?
Wacana metode baru berasal dari luar. Metode pembelajaran merupakan hasil penelitian. Padahal perubahan metode diikuti wadahnya / paradigmanya. Dan kadang ketika samapai pada paradigm bersinggungan dengan nilai local. Nilai local di Indonesia adalah nilai agama. Indonesia mengalami traumatis yang menjadi stigma.
21.                Apa saja yang termasuk nilai matematika?
-      Nilai keindahan / keunikan
-      Nilai logika
-      Nilai manfaat
-      Nilai struktur

22.               Apa perbedaan metode mengajar traditional dan variasi?
Metode tradisional hanya mentransver, menerangkan, memberikan contoh, memberi tugas, dan pekerjaan rumah. Sedangkan metode variasi guru hanya sebagai fasilitator siswa. Sehingga siswa bebas dan mandiri dalam belajar